-

Seputar Kalsel



  • Replace This Text With Your Featured Post 1 Description.
  • Replace This Text With Your Featured Post 2 Description.
  • Replace This Text With Your Featured Post 3 Description.
  • Replace This Text With Your Featured Post 4 Description.
Showing posts with label Martapura. Show all posts
Showing posts with label Martapura. Show all posts

BNP3TKI Optimistis Satinah Dibebaskan


 Oleh Yose Rizal

Martapura, (Antaranews Kalsel) - Kepala Badan Nasional Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP3TKI) Gatot Abdullah Mansyur optimistis TKI bernama Satinah yang terancam hukuman gantung di Arab Saudi bisa dibebaskan.

 "Kami optimistis 90 persen Satinah dibebaskan dan pemerintah sudah mengupayakan langkah-langkah untuk membebaskan dia," ujar Gatot di Desa Kelampayan Ulu Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Jumat.

Ia mengatakan, Presiden sudah menyiapkan surat yang segera disampaikan kepada Kerajaan Arab Saudi dan dibawa langsung sebuah tim khusus sebagai utusan pemerintah di bawah koordinasi Menko Polhukam. 

Dijelaskan, selain menyerahkan surat kepada pemerintah Arab Saudi, tim juga akan menemui keluarga korban dan berdiskusi mengenai uang diyat yang diminta sebagai ganti atas kematian anggota keluarganya.

 "Tentunya kita semua berdoa agar diskusi itu membuahkan hasil positif sehingga Satinah bisa dibebaskan dari tuntutan hukuman mati dengan membayar uang diyat kepada keluarga korban," ujarnya.

Menurut dia, pemerintah sudah memiliki formula baru yang disiapkan untuk membebaskan TKI yang berasal dari Semarang, Jateng itu, namun tidak bisa menyebutkan apa formula baru tersebut.

 "Pokoknya ada formula baru yang disiapkan pemerintah dan selama dua tiga hari ke depan diharapkan sudah ada kabar positif terkait upaya untuk membebaskan Satinah dari tuntutan hukuman pancung," ujarnya.

 Satinah TKI asal Semarang terancam hukuman mati karena dituduh telah membunuh majikannya di Arab Saudi, sehingga pemerintah mengupayakan pembebasannya.

 Perkembangan kasusnya, kata dia, keluarga korban meminta uang pengganti atau diyat sebesar Rp21 miliar sebagai pengganti hukuman mati.

 Sebagai wujud perhatian kepada warga negara, pemerintah sudah menyiapkan dana sebesar Rp6 miliar ditambah dukungan dana yang dihimpun dari masyarakat untuk menutupi kekurangan uang diyat.

Editor: Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © 2014


Sentra Wirausaha TKI Diresmikan


Oleh Jose Rizal
Martapura, (Antaranews Kalsel) - Kepala Badan Nasional Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP3TKI) Gatot Abdullah Mansyur meresmikan sentra wirausaha tenaga kerja Indonesia purna di Desa Kelampayan, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, Jumat.

 Peresmian tempat usaha mandiri bagi mantan TKI dihadiri Bupati Banjar Khairul Saleh dan istri, anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Banjar dan undangan lain disaksikan ratusan warga di Kecamatan Astambul itu.

 "Peresmian sentra wirausaha bagi TKI purna merupakan bagian dari program perlindungan mantan TKI selain penempatan, setelah mereka pulang kembali ke tanah air," ujar Kepala BNP3TKI.

 Ia mengatakan, mantan TKI sudah seharusnya dibina sehingga mampu berusaha di kampung halaman baik dengan modal sendiri maupun modal bantuan dari pemerintah pusat dan daerah maupun perbankan.

 "Banyak peluang usaha yang bisa dijalankan TKI purna baik membuka usaha mandiri, mengolah kekayaan alam maupun membuka pelayanan atau jasa bagi orang lain sehingga mereka tidak pergi lagi," ungkapnya.

 Bupati Banjar Khairul Saleh sangat mendukung keberadaan sentra wira usaha bagi kelompok TKI purna yang dikembangkan pada salah satu desa di kabupaten itu dan diharapkan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat.

 "Kami sangat mendukung sentra wirausaha bagi TKI purna karena menjadikan mereka memiliki usaha mandiri setelah kembali ke daerah asal dan diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraannya," ujar.

 Menurut dia, keberadaan sentra wirausaha itu juga sebagai wujud pembinaan bagi eks TKI sehingga mereka tidak menjadi beban akibat menganggur setelah pulang dari luar negeri tempatnya bekerja.

 "Sebagai bentuk dukungan sentra wirausaha ini, pemkab menghibahkan empat buah toko yang pengelolaannya diserahkan kepada kelompok TKI purna dibawah binaan BNP3TKI Banjarbaru," ujar bupati.

 Camat Astambul Gusti Suryani mengatakan, jumlah warga desa yang pernah menjadi TKI kecamatan itu mencapai 300 orang tersebar di dua desa yakni Desa Kelampayan Ulu dan Desa Kelampayan Tengah.

 "Jumlah TKI purna pada dua desa itu memang cukup banyak mencapai 300 orang dan sepulangnya dari luar negeri mereka rata-rata membuka usaha seperti berjualan di rumah," kata camat.

 Sementara itu, sentra wirausaha yang dijalankan TKI purna adalah menjual aksesoris perhiasan, produk makanan dan minuman hingga menjual perlengkapan shalat seperti peci, sarung dan pakaian.


Editor: Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © 2014

 







Design by Burung Enggang.